Advertisement

  • Istri Ingin Membunuh Suami, Ternyata Anaknya Yang Mati

    Kisah ini bercerita tentang seorang ibu yang dikuasai setan yang tanpa sengaja menghilangkan nyawa anaknya sendiri. Berikut kisahnya :

    Seorang wanita bercerita, sementara air mata mengalir di pipinya, sembari mendekam di balik jeruji :

    Aku mempunyai suami jahat. Dia bagai binatang buas yang merobek-robek mangsanya. Dia bekerja di sebuah perusahaan. Kami tidak melihatnya kecuali pada hari Kamis dan Jum’at saja. Jika mendekati waktu kepulangan suamiku ke rumah aku merasa ajalku sudah dekat. Dari suamiku itu aku mempunyai seorang anak usianya 10 tahun.

    Kami melalui kehidupan sulit yang tiada tara. Dia selalu memukulku hanya karena masalah yang sangat sepele. Kadang-kadang aku seperti hamper mati karena sering dipukuli. Aku tidak memuji diriku. Tapi aku katakana dengan jujur, aku berlebihan dalam melayaninya meskipun dia kasar padaku.

    Akibat kekesaran ini, setan membisiki aku agar menaruh racun di teh suamiku untuk mengakhiri hidup penuh siksa yang kujalani.

    Benar… dia pulang kerja pada hari Kamis. Aku menyiapkan makanan untuknya. Dia minta teh seperti biasanya. Kemudian aku membuatkan teh untuknya dan aku masukkan racun yang ganas. Setelah itu didepannya, di atas meja makan. Supaya tidak curiga aku kembali ke dapur melakukan pekerjaanku.

    Hanya beberapa menit, aku mendengar jeritan anakku satu-satunya yang memekakkan telinga. Aku berhambur untuk melihatnya apa yang terjadi. Aku melihat suamiku mendengkur dalam tidur yang pulas. Anakku masuk. Begitu melihat ayahnya tidur dan meninggalkan tehnya, dia meminum teh ayahnya itu.

    Duhai musibah ini. Aku melihat belahan jiwaju menjerit meminta tolong pada pembunuhnya. Ya… pembunuhnya. Akulah yang membunuh anakku. Ucapan anakku adalah seperti halilintar di telinga, guruh di hatiku. Dia berkata,”Ibu…ayah…”.

    Namun usaha tidak menunjukkan hasil. Racun itu mematikan. Jeritan anakku mengeras sambil memegang perutnya sampai suaranya hilang. Hanya beberapa saat, nyawanya yang tidak berdosa sudah melimpah ke penciptanya. Aku sekarang di balik jeruji. Aku tidak akan lupa selama aku hidup, gambar anakku melingkar di depan mataku, aku tidak akan lupa aku yang membunuh anakku sendiri.

0 komentar:

Leave a Reply

Info

Widget by Johnymx

Links

Kumpul blogger

Social Bookmark